Bang Mandor Bang Mandor adalah seorang Engineer Muda yang ahli dalam bidang Water and Waste Water Treatment. Selain itu, Bang Mandor juga memiliki beragam multi disiplin ilmu yang terus diasahnya dan dishare melalui beragam portal internet. Beberapa keilmuan beliau dalam bidang Mekanikal, Elektrikal, Building, dan Landscaping dibagikan dalam Web Katamandor.com Penulis Dapat dikontak pada Telp. 081.1315.5470

Jenis-jenis semen

1 min read

Jenis-jenis semen yang sering digunakan:

  • Semen Portland Pozolan
    Semen portland ditambah dengan pozolan dengan angka sekitar 10-30%, di sebut juga dengan semen Traz Portland Cement yang sering dipakai di negara Jerman.
  • Semen putih
    Ciri khas dari semen ini ialah memiliki kadar Fe2O3 yang rendah. Warna abu-abunya diakibatkan oleh adanya serbuk besi. Material utamanya ialah dari batu kapur dan tanah liat putih, maka tak heran jika disebut dengan semen putih.
  • Mansory cement
    Semen jenis ini memiliki fungsi untuk pasangan tembok serta plasteran bangunan. Yang unik dari semen ini ialah bahannya yang dibuat dari semen portland yang dicampur dengan batu kapur. Dari segi kualitas, semen tipe I memiliki kualitas yang lebih baik dari jenis semen yang stau ini.
Read Also : Syarat Utama Struktur Pondasi Sebuah Gedung
  • Semen sumur minyak
    Sesuai namanya, fungsi dari semen ini cukup spesifik, antara lain untuk menyemen pipa pengeboran minyak serta melapisi bocoran gas maupun air yang terjadi.
  • Hidropobic cement
    Keunikan dari semen jenis ini ialah klinker yang di giling dengan adanya penambahan asam oleat/ asam streat.
  • Waterproofed cement
    Semen ini dibuat dari semen portland dengan penambahan calsium, alumunium, serta sterat logam lain.
  • Semen alumina
    Jenis semen yang dibuat dari batu kapur seta bauksit. Kadarnya ialah 60-70% batu kapur, dan 30-40% bauksit yang kemudian dibakar dalam suhu 1600 derajat celcius.

 

Masing-maisng jenis semen tersebut memiliki keunikan tersendiri dan fungsi yang spesifik. Jadi, untuk setiap kebutuhan kosntruksi, perlu mempertimbangkan sekiranya jenis semen mana yang akan dipakai, seperti pemilihan semen untuk  pembuatan beton precast, beton readymix, pengecoran untuk reinforced concrete, maupun untuk prestressed concrete.

Other Article : Persiapan Awal Sebelum Menentukan Pondasi Bangunan

Jenis semen di atas sudah memiliki standar yang ditetapkan SNI, baik kegunaan maupun perbandingan material pembuatannya. Hal ini tak mengherankan, karena semen  menjadi unsur utama dalam sebuah konstruksi.

Bang Mandor Bang Mandor adalah seorang Engineer Muda yang ahli dalam bidang Water and Waste Water Treatment. Selain itu, Bang Mandor juga memiliki beragam multi disiplin ilmu yang terus diasahnya dan dishare melalui beragam portal internet. Beberapa keilmuan beliau dalam bidang Mekanikal, Elektrikal, Building, dan Landscaping dibagikan dalam Web Katamandor.com Penulis Dapat dikontak pada Telp. 081.1315.5470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *