Komponen pondasi bangunan

 

SEMEN

Semen merupakan bahan perekat yang mengikat agregat kasar dan halus dalam adukan cor yang dijadikan pondasi. Sifat semen ialah halus dan bisa mengeras jika dicampur dengan air.

Material semen sendiri cukup kompleks, diantaranya terdiri dari kalsium oksida, tanah liat dengan silika oksida, gamping, alumunium oksida, gips, dan juga besi oksida. Campuran bahan-bahan ini membuat semen bisa mengeras layaknya batu jika sudah tercampur dengan air.

KAPUR

Tidak kalah penting dengan semen, kapur merupakan salah satu bahan dalam konstruksi bangunan. Bahan yang satu ini sudah ada sejak zaman kuno. Kegunaannya ialah untuk memplester bangunan, pembuatan tembok, pilar, dan lain sebagainya.

Read Also : Jenis-jenis semen

Fungsi utama dari kapur meliputi:

  • Pengikat mortel
  • Pengikat pada beton cor. Bisa dicampur dengan semen portland untuk hasil konstruksi lebih baik.
  • Sebagai bahan pemutih

PASIR

Ukuran pasir standar yang baik digunakan dalam konstruksi ialah 0,0625 hingga 2 mm. Pasir sendiri merupakan bahan yang berasal dari alam dengan materi pembentuk berupa silikon dioksida.

Secara umum, jenisnya bisa dibedakan menjadi:

  • Pasir urug
  • Pasri pasang
  • Pasir putih bangka
  • Pasir beton
  • Dan pasir batu
Other Article : Syarat Utama Struktur Pondasi Sebuah Gedung

AIR

Air adalah bahan utama dalam pembuatan pondasi bangunan, beton cor, baik readymix, precast, dan semua beton cor pada umumnya. Air yang digunakan  dalam setiap konstruksi haruslah air bersih dan segar, tidak bercampur dengan bahan lain seperti minyak, maupun unsur organik lainnya yang dapat mengganggu kualitas beton maupun konstruksi bangunan.

BETON

Beton merupakan material wajib yang ada dalam setiap konstruksi. Bahan pembuatnya ialah dari pasir, kerikil, semen, air, dan jika perlu bisa diberi penambahan agregat lain maupun bahan kimia agar kualitas beton lebih baik lagi.